Minggu, 19 Desember 2010

Pikiran yang Membunuh Perlahan


sinar harapan ku mulai meredup termakan keterpurukan
ini perlahan sirna terabaikan semua pandangan matanya
apa yg harus kuperbuat tuk menutup ketidakmampuanku?
membalik lembar baru dan menemukan harapan baru?
apakah harus begitu?
tapi rasa ini sudah terpaku kepadanya
terpaku akan semua senyuman dan keanggunannya
ini rasa apa? apakah hanya kekaguman, atau cinta?
tapi ini semua berat untuk ditinggalkan
telah terlampau jauh perhatianku terhadapnya selama ini
meski aku hanya berani berdiri dibalik semua kekakuanku
apakah benar cinta tak harus memiliki?
jika benar mungkin itu hanya didalam ucapan orang yg pengecut, yg tak mau memperjuangkan cintanya
tapi apakah aku pengecut? mungkin saat ini jawabannya iya

Sabtu, 18 Desember 2010

Tanpa Harapan


bermalam tanpa cahaya, menuntun kedalam sebuah alur cerita
cerita ini terlalu berat untuk dimainkan karena tanpa skenario yg pasti
kadang menyenangkan, kadang menjadikan hati ini mati dan terasa terbuang jauh
terbuang hingga terpelosok dalam jurang yg orang pun enggan melihatnya

semua terasa hampa, hampa hingga suara jangkrik pun terdengar layaknya sirine ambulan
ini apa? apakah cobaan hidupku? apakah Tuhan sedang memperhatikanku?
memperhatikanku karena aku telah jauh dari-Nya?
apakah aku sejauh itu hingga semua ini terasa berat?

ku tahu semua ini takkan berakhir manis jika ku hanya berpangku tangan menunggu semua
aku mencoba tuk berusaha, namun ku tak tahu lagi harus berusaha apa
ketika kumendekat mereka menjauh, dan ketika aku menjauh, akupun dianggap mati
tapi apa boleh buat ini hidupku, hidup yg harus kujalanani sampai akhirnya aku mati nanti

Jumat, 17 Desember 2010

menemukan jawaban?



aku sedang dalam proses pencaharian
pencaharian akan sebuah kebahagiaan
namun hidup penuh dengan pilihan yg sulit
pilihan yg selalu didampingi resiko
selama ini pandangan tertuju pada arah-arah yg membingungkan
dalam hati semua terasa indah dan terbaik
namun kuharus memilih satu dari semuanya
dan akan kupertegas bahwa aku bukan mencari permainan belaka
aku mencari seseorang yg bisa berjalan seiringan
meski dunia takkan pernah kekal
namun kuingin menghabiskan waktu bersamanya
dalam semua emosi jiwa


namun yg selalu kuyakini bahwa Tuhan selalu memberikan pilihan yg dapat membuat kita menjadi lebih baik

Kesendirian


berdiri dalam sunyi, terdiam dalam hampa
mencari sesuatu yg membuat bersinar
namun belum ada yg memancarkan sinar indah
sinar senyum bahagia yg terindah


kini kuhanya berjalan menyusuri ruang kosong
ruang yg tak terdeteksi oleh radar tercanggih
berjalan tanpa arah, berputar-putar dalam kepura-puraan
hingga semuanya terbalut ragam warna kelam

semangat temukan bahagia masih memancar
meski hanya dalam mimpi semua menjadi bercahaya
namun ku hidup bukan dalam mimpi, tapi kenyataan
kenyataan yg terbalut kebohongan mimpi

Tanpa Kesimpulan



Ini hampa, tanpa ada yg mengikat senyuman
gelisah dalam batin, merasa tak punya pengaruh berarti
hilang semua mimpi, hanya ada layar jitam tanpa warna lain yg mengikutinya
semua cahaya lampu padam, dan cahaya Tuhan pun semakin menghilang

ada apa dengan semua ini?
semua perlahan menjauh dan menghancurkan asa
inginku terbang meninggalkan ini semua selamanya
terbang memutari dunia yang tidak kekal ini tuk mencari tempat berpijak yg baru
dan memulai semua dari awal lagi

namun ku terdiam untuk berfikir sejenak
untuk apa aku pergi?
apa setelah kupergi dapat menyelesaikan semua?
bergulat dalam pikiran untuk menemukan sebuah jawaban
jawaban untuk menyelesaikan semua problema ini